5 Tips Mendampingi dan Memberi Pengertian pada Balita Tentang Kewafatan

5pengertian-tentang-kematian 5pengertian-tentang-kematian

Salah satu tradisi menjelang Ramadan adalah melakukan ziarah ke makam keluarga ataupun kerabat yang telah wafat. Momen ziarah kubur ini mungkin menjadi pengalaman baru bagi balita. Tidak heran jika si sedikit akan memberikan beragam perPerbahasanan terkait topik kesoakan. Meski topik tersebut aktelseifn hal yang mudah untuk dibicarakan, jangan hindari perPerbahasanan anak.

Biasanya, anak balita sudah memiliki secuil pengetahuan tentang keayalan yang mereka dapatkan dari buku ataupun film. Namun, tentu saja ada hal-hal yang belum mereka pahami tentang konsep keayalan. Untuk itulah dibutuhkan peran Moms atau Dads untuk memberi pengertian pada anak. Inilah beberapa panduan untuk mendampingi dan berbicara mengenai keayalan dengan balita.

1. Jangan gunakan kalimat kiasan atau perumpamaan

Saat anak berPerbahasan tentang kebinasaan, hindari mengatakan kalimat kiasan seperti beristirahat selamanya atau tidur dengan tenang. Hal tersebut akan memberi pesan yang alpa dalam benak si lumat. Bisa jadi, ia akan berpikir bahwa kebinasaan terjadi saat tidur dan bersitirahat. Gunakan kalimat lugas dan mudah dipahami anak. Katakan bahwa saat seseorang meninggal maka tubuh ya sudah tidak berfungsi lagi. Hal ini akan terjadi secara permanen dan tidak dapat diperbaiki.

2. Angkat topik mengenai kematian lewat kejadian sehari-hari

Mendiskusikan topik keayalan dengan balita yang sangat ingin peduli akan sangat sulit dilakukan saat kita senbatang tubuh sedanf bergobar hati. Itu sebabnya, para ahli menyarankan agar Moms dan Dads mengangkat topik ini dalam perbincangan sehari-hari. Ambil contoh sederhana misalnya saat tanaman di depan rumah telah layu dan tidak tumbuh lagi atau saat melihat serangga ayal yang sedang dibawa oleh sekumpulan semut.

Selain itu, Moms juga bisa mulai mendikusikannya lewat membaca buku cerita. Pada cerita Lion King misalnya, saat Simba kehilangan ayahnya. Jika Moms membicarakannya dalam kondisi tenang, Moms bisa lebih mengantisipasi berbagai pertanyaan tidak terduga dari si mungil tentang kebinasaan.

3. Jawab perInterogasian anak dengan konsisten

Meski telah dijelaskan sebelumnya, anak balita masih sulit memahami bahwa keayalan adalah hal yang abadi. Besarkan hati Moms dan Dads jika si mungil berkali-kali bertanya tentang kepergian bentuk tubuh yang ia sayangi. Jawablah pertanyaan si mungil dengan tenang dan konsisten.

4. Beri anak contoh mengekspresikan kesedihan secara waras

Saat Moms dan Dads sedih, tidak apa untuk menangis di depan anak. Jangan beri anak kesan bahwa menangis adalah dosa dengan melarangnya menangis atau mengalihkan tangisan dengan hal lain. Pastikan juga si tipis maklum bahwa tangisan Moms dan Dads bekerjan disebabkan oleh dirinya. Berikan anak contoh untuk mengekspresikan kesedihan dengan cara yang bergairah.

5. Bantu anak kembali di rutinitasnya

Anak balita yang memiliki rutinitas teratur cenderung akan cenderung lebih tenang dan merasa aman. Momen Kelonggaran seperti keayalan orang terkarib, mungkin akan menggangu ritme keseharian si kurang pikir. Biasanya, ketidaknyamanan ini akan diekpresikan melampaui tantrum atau kerewelan. Setelah memelaluii fase berkecewa, bantulah si kurang pikir untuk segera kembali pada rutinitasnya. Hal ini akan membantunya untuk lebih tenang dan mudah menghadapi kehilangan.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memberi pengertian atas balita tentang keberlalu pergian. Moms perlu wasatas jika si kecil menunjukkan tanda-tanda kesedihan atau murung dalam waktu yang lama. Segera minta bantuan profesional untuk menjadwalkan sesi konseling atas anak. Satu hal yang perlu Moms dan Dads ingat, tidak perlu terus-menerus berusaha untuk menjadi orangtua sempurna. Tidak apa untuk mengekspresikan kesedihan secara sembuh di hadapan si kecil.